Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang

  • DR. Yan
    DR. Yan

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang

  • Pulau Lemukutan
    Pulau Lemukutan

    Dari sejumlah 12 pulau yang ada di Kabupaten Bengkayang, semuanya terletak di wilayah perairan Laut Natuna. Pulau terbesar yang berpenghuni adalah Pulau Lemukutan dan Pulau Penatah Besar.

  • Ayo Kita Sekolah
    Ayo Kita Sekolah

    Kaeh Ite Sakolah (Ayo Kita Sekolah) adalah bahasa Bakatik (sub suku Dayak di Kab. Bengkayang) yang disampaikan Bupati kepada masyarakat akan arti pentingnya pendidikan.

  • Gunung Bawang
    Gunung Bawang

    Gunung yang menjulang di Kabupaten Bengkayang ini nampak dari semua sisi kota Bengkayang. Pegunungan ini merupakan salah satu kekayaan pariwisata di Kabupaten Bengkayang dan menjadi salah satu kunjungan wisata daerah.

Visi Misi

Visi dan Misi Disdikbud Kabupaten Bengkayang. klik di sini

Sasaran & Kebijakan

 

Sasaran dan Kebijakan Strategis.Klik di sini

Program & Arah

 

Program dan Arah.Klik di sini

Prioritas Program

Prioritas Program Pendidikan.Klik di sini

Smaller Default Larger

Sosialisasi Bantuan Operasional Sekolah

User Rating:  / 0
PoorBest 

Sosialisasi Dana BOS di Kecamatan SeluasKegiatan sosialisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2013 di SDN 02 Ledo, yang dilaksanakan mulai dari jam 09.00-12.00 WIB, dihadari 120 orang peserta, terdiri dari seluruh Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, Bendahara sekolah dan bendahara BOS mulai dari SD-SMP di Kec. Ledo, Lumar dan Kec. Suti Semarang. Narasumber pada kegiatan sosialisasi tersebut : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Dr. Yan, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Gustian Andiwinata, SP. Kepala UPTD Pendidikan Ledo Yohanes, dan Ketua Komite Sekolah H. Mariadi, SE,MM.

 

Pada kesempatan tersebut Kadis Pendidikan Kab. Bengkayang menyampaikan beberapa hal. Pertama, agar mensyukuri telah memilih profesi sebagai guru yang tergabung dalam PGRI. Dalam proses belajar mengajar Kadis Pendidikan mengingatkan hendaknya Guru memiliki semangat, dedikasi, integritas, dapat digugu dan ditiru menjadi tauladan, menjunjungi tinggi etika dan moral agar tidak menjadi sebaliknya. Kedua, mengingatkan kembali implementasi PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Hak dan kewajiban harus seimbang, ada reward dan punishment bagi PNS, dan bertanggung jawab secara berjenjang. Selain itu, anggaran bagi tenaga kependidikan di Kab. Bengkayang dalam 1 tahun anggaran mendekati 160 M per tahun termasuk gaji guru, tunjangan sertifikasi. Ketiga, memberikan motivasi kepada para kepala sekolah agar menjadi seorang pemimpin yang lebih akomodatif, akuntabel, memiliki kompetensi kepribadian yang terpuji, peka, memiliki jiwa pelayanan, jiwa kewirausahaan, memiliki jiwa mengendalikan atau melakukan supervisi, bukan komandan.

Terlebih dilingkungan jabatan fungsional, seorang Kepala Sekolah harus siap menjadi guru biasa. Keempat, terkait dengan penggunaan dan pertanggungjawab dana BOS, harus memperhatikan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian P & K ada mekanisme dan larangan. BOS untuk membantu masyarakat agar tingkat putus sekolah semakin kecil di Indonesia termasuk di Bengkayang. Penggunaan BOS harus transparan tidak boleh menyalahi aturan yang berlaku.

Kegiatan Sosialisasi Dana BOS kemudian dilanjutkan keesokan harinya di SMPN 1 Seluas pada tanggal 22 Agustus 2013. Narasumber pada kegiatan tersebut, Kadis Pendidikan Kab. Bengkayang Dr. Yan, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kab Bengkayang, Agustian, S.Pd.MM. dan Kepala UPTD Kec. Seluas Hendry dan Kepala UPTD Pendidikan Siding, Idal. Jumlah peserta yang menghadiri kegiatan tersebut sebanyak 110 orang, terdiri dari Para Kepala Sekolah, ketua Komite, Bndahara Sekolah, Bendahara BOS mulai dari SD-SMA di Kec. Seluas, Jagoi Babang dan Siding.

Pada kesempatan ini Kadis Pendidikan Kab. Bengkayang Dr. Yan dan rombongan menyapa para peserta sosialisasi sambil perkenalan secara hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus memberikan motivasi dan pembinaan bagi guru-guru yang ada. Dr. Yan juga mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya terutama menjadi guru-guru di daerah perbatasan, tertinggal dan terpencil. Kadis Pendidikan tidak henti-hentinya memberi semangat kepada guru-guru. Beliau menyampaikan bahwa pekerjaan guru adalah pilihan, bukan pekerjaan pelarian. Guru adalah anggota KORPRI dan anggota PGRI, sehingga menjadilah seorang pahlawan tanpa tanda jasa dengan sungguh-sungguh, fokus mendidik dan mengajar, karena perhatian pemerintah dalam meningkatkan SDM melalui dunia pendidikan sangat tinggi, mulai dari program BOS, saat ini ada Rintisan BOS untuk SMA/SMK/MA berjumlah Rp 1.000.000 /siswa /tahun atau Rp 500.000/ semester/ siswa.

Bagi siswa miskin terutama yang memiliki KPS dan SKRTM ada Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang besarnya untuk SMA Rp 700.000/ semester/ siswa; SMP Rp 575.000/ semester/ siswa; dan SD 425.000/ semester/ siswa. Dengan demikian tidak ada alasan anak putus sekolah, tidak terdengar lagi orang tua yang miskin yang mengeluh menyekolahkan anaknya setingkat SMA. Diingatkan juga bahwa kepala sekolah harus menjadi motivator bagi rekan-rekan dalam PBM. Guru-guru juga harus semangat, disiplin. Bagi yang mengajar daerah tertinggal dan terisiolir pemerintah pusat telah memberikan tunjangan daerah khusus. Kita patut mensyukuri semua apreasiasi tersebut.

Sebagai Kadis Pendidikan juga menegaskan bahwa ia tidak mau dengar lagi ada laporan dari masyarakat, perangkat desa bahwa ada oknum guru yang malas mengajar, sampai-sampai diminta untuk dimutasikan. Ia mengingatkan bahwa, susah berkarir jika sudah ditolak anggota masyarakat, akhirnya ditolak dimana-mana. Jadilah guru yang diterima dimana-mana. Kepala Sekolah juga harus kreatif, inovatif mewujudkan 7 K. Sekolah-sekolah harus bersih, asri, rindang, harus ada pohon, bila perlu ada TOGA. Jangan sampai sekolah terlihat gersang, nanti bisa menimbulkan jiwa anak didik yang gersang juga.

Ajari anak didik sejak dini menanam pohon bisa dimulai di sekolah. Yang tidak kalah penting juga ikut partisipasi untuk memelihara bangunan sekolah. Misalnya atap lepas harus bisa dipaku (diperbaiki), jangan semuanya harus menunggu proyek, sebab pemerintah juga memiliki keterbatasan pendanaan. Sebagai tauladan seorang guru harus dapat ditiru, digugu.

Pepatah lama menyatakan guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari. Artinya sikap dan perilaku profesi sebagai guru sensitive dan menjadi contoh orang banyak terutama anak muridnya. Oleh karena itu, Kadis berharap jangan ada oknum guru yang pesta mengundang Band atau hiburan rakyat yang tidak mendidik, pasti dampak negatif yang terjadi. Jangan ada lagi panggung band yang didirikan di halaman sekolah dan mengganggu jalan umum. Terlebih lagi dilarang keras mengadakan band-band pada saat siswa/siswa menghadapi ulangan atau ujian, oleh karena itu harus menjadi guru dan orang tua yang bijak. Jika banyak nonton band dan hiburan rakyat, sisiwa/siswa tidak belajar dengan baik dan konsentrasi, akhirnya nilai anjlok, dan bisa tidak naik kelas atau tidak lulus ujian. Saat ini banyak program pemerintah pusat untuk beasiswa bagi siswa berprestasi, jangan sia-siakan, harus belajar berkompetisi secara sehat dan belajar lebih keras lagi.

Terkait dengan kemajuan informasi dan teknologi (IT). Kadis pendidikan mengingatkan agar para kepala sekolah memfasilitasi bagi guru-guru untuk mengenal IT dan belajar untuk itu. Tidak ada kata terlambat untuk belajar IT. Tapi jangan main FB atau Twitter yang dapat menganggu privasi orang karena dapat dituntut secara hukum sesuai UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saat ini, di jajaran Dinas Pendidikan sudah memiliki website http://disdikbud.bengkayangkab.go.id/ dan sudah menjadi subdomain http://bengkayangkab.go.id/ Data yang ada masih dalam penyempurnaan dan bagi yang memerlukan informasi dan peraturan terkait dengan dunia pendidikan sudah disiapkan link atau tautan kelembangan ke Kemendibud Republik Indonesia (Dikdas, Dikmen, Dikti, PAUDNI, BKN, dll). Ke depan, pengelolaan website ini juga merupakan wadah para guru di Dinas Pendidikan Kab Bengkayang melakukan apreasiasi, aktualisasi dan saling bertukar informasi dunia pendidikan. Pada akhir penyampaian, Kepala Dinas Pendidikan Kab Bengkayang menyampaikan bahwa terkait dengan penggunaan dana BOS harus sesuai dengan aturan dan juknis dari Kemendikbud, jangan ada penggunaan dana BOS yang aneh-aneh dan semua SPJ dana BOS harus dapat dipertangungg jawabkan baik secara administrasi dan keuangan.

 

Powered by Bullraider.com

Kepala Dinas Pendidikan

Salam Sejahtera bagi para pembaca sekalian. Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya, sehingga website Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat dapat kami suguhkan bagi para pengunjung yang setia. Website ini, kami bangun sebagai komitmen untuk menyediakan sarana infomasi timbal balik dengan semua pihak dan stakeholders yang membutuhkan informasi tentang dunia pendidikan. Kami mengharapkan saran, pendapat dan masukan yang konstruktif bagi pengembangan pendidikan yang dapat disampaikan melalui kolom komentar yang ada pada setiap artikel di website ini. Besar harapan kami, ketersediaan Website http://disdikbud.bengkayangkab.go.id/ dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bengkayang yang sejahtera, cerdas, sehat, beriman, demokratis dan mandiri dalam keberagaman, dan pada akhirnya dapat meningkatkan IPM Kab. Bengkayang.

Terima kasih

Kepala Dinas Pendidikan Kab Bengkayang

DR. Agustinus Yan

Login Form

Silahkan masukkan username dan password anda pada kolom di bawah ini

Gambaran Umum Pendidikan

Pemerintahan

Kepala Daerah Kabupaten Bengkayang Kabupaten Bengkayang dipimpin oleh SURYADMAN GIDOT,S.Pd. Beliau menjabat sebagai Bupati Bengkayang periode tahun 2010 - 2015. 

Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu masalah penting yang menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu indikator yang menunjukkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada suatu bangsa.

Demografi

Berdasarkan hasil data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bengkayang, jumlah penduduk Kabupaten Bengkayang pada tahun 2013 adalah sebesar 273.000 jiwa yang tersebar di 17 kecamatan 122 Desa dan 2 kelurahan.

Non Pendidikan

Keadaan nonpendidikan dimasukkan dalam RPDK Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang karena selama ini terdapat kesan bahwa faktor lingkungan sering kurang diperhitungkan dalam perencanaan pendidikan sehingga timbul berbagai masalah, antara lain:.

Statistik Pengunjung

Hari ini37
Kemarin57
Mingguan446
Bulanan1417
Total20720

IP Pengunjung 54.167.179.48 Browser Pengunjung Unknown - Unknown Sunday, 23 November 2014

Who Is Online

Guests : 5 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb